Sejak kecil, Gie adalah orang yang enggan ditindas. Ia ingin merdeka dengan segala pikirannya. Itu sebabnya ia kerap memberontak. Tapi, ia pandai. Nilai-nilainya termasuk bagus kalau pun ada yang jelek karena gurunya tak suka dikritiknya.
Dalam pertumbuhannya dia bersahabat dengan Han, pemuda yang tinggal bersama tantenya yang galak. Pertemanan itu baru terpisahkan ketika Han mesti mengikuti sang tante pindah. Kelak mereka dipertemukan lagi saat keduanya telah memilih jalur politisnya masing-masing. Han masuk Partai Komunis Indonesia dan Gie berjuang dengan jalurnya sendiri.
Gie kemudian dikisahkan menjadi mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Di sana, ia bertemu dengan teman-teman yang seide. Herman Lantang, Denny, dan Ira adalah teman-teman seperjuangannya. Mereka punya minat yang sama, termasuk naik gunung. Gie dan Herman adalah pendiri Mapala UI. Di kampus, ia tetap mengemukakan ide-idenya melawan Soekarno yang dinilainya hidup bermewah-mewah di atas penderitaan rakyat. Namun, ia tetap tidak ingin mengelompokkan diri pada satu organisasi mahasiswa tertentu, apalagi yang berbasis agama.
Dalam perjuangannya, Gie digambarkan mengikuti sebuah organisasi yang dipimpin Soemitro Djojohadikusumo, mantan Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia yang juga menentang Soekarno. Dalam jaringan ini, Gie aktif menyebarkan selebaran yang dibuat Soemitro yang saat itu bermukim di luar negeri dan bahkan membuat pamflet-pamflet.
Kiprah Gie bukan cuma di kampus. Tulisan-tulisannya tentang kondisi sosial masa itu yang dimuat diberbagai media pun sangat tajam. Kadang, pemimpin redaksi koran yang menerima tulisannya mesti berpikir ulang untuk memuatnya.
Sebuah tugas dari kuliah, Film Indie dengan tema Horor ( dari adekku Ayomi… )
Judul : Titik Ujung Pemeran : Roni, Ayomi, Endi, Ucup, Meike Lokasi : Kaliurang Yogyakarta Synopsis : Enam puluh tiga tahun yang lalu di villa ini telah terjadi suatu tragedi…
Seorang wanita yang mengabdi pada keluarga Dibyo Yuranoto mati secara mengenaskan karena dibunuh oleh sang majikan.
Dendam yang membakar jiwa membuat arwah wanita itu selalu menuntut balas atas kematiannya kepada seluruh keluarga serta keturunan Dibyo Yuranoto…
Ceritanya sih lumayan, kaya Tusuk Jelangkung, bagus lah sebagai pemula n’ tugas kuliah….